Sabtu, 15 April 2017

7 Kerja Sampingan untuk Mahasiswa (Sesuai Jurusan)

Sebagai seorang mahasiswa, ada banyak penderitaan yang harus kamu hadapi. Bukan cuma tugas dan presentasi yang nggak ada habisnya sampai wisuda menjelang, tapi juga kebutuhan finansial. Itulah kenapa kata “bokek” sering terlontar dari mulut seorang mahasiswa, kamu pun nggak terkecuali. Tapi itu bukan berarti kamu harus mengeluh. Kamu masih bisa dapat penghasilan tambahan dari kerja sampingan atau freelance yang sesuai jurusan kamu. Apa aja?

Content Writer

Perkembangan teknologi patut kamu syukuri. Eits, bukan karena adanya Instagram sebagai ajang eksis. Tapi, dengan kemudahan mengakses informasi secara online. Kebanyakan media online ini bersaing untuk mendekatkan diri dengan pembaca. Nah, ini adalah peluang kamu yang kuliah jurusan jurnalistik atau bahasa, untuk jadi content writer. Nantinya, kamu akan dibayar per tulisan yang kamu bikin.

Tour guide

Umumnya pekerjaan paruh waktu ini dilakoni oleh mahasiswa yang jurusannya menyangkut hospitality. Tapi kalau kampus kamu kebetulan terletak di daerah wisata, nggak ada salahnya mencoba. Kamu bisa melamar ke travel agent atau tempat wisata yang membutuhkan seorang pemandu. Pastikan ambil waktu kerja saat weekend supaya perkuliahan nggak terganggu. Selain tambah uang jajan, kamu juga bisa jalan-jalan gratis dan ketemu orang baru.

Tutor privat

Jurusan MIPA? Manfaatkan ilmu yang kamu punya untuk jadi tutor alias guru les untuk murid SD, SMP, atau SMA. Ada banyak lho, orangtua yang rela mengeluarkan uang banyak supaya anak-anak mereka bisa dapat bimbingan khusus di luar sekolah. Jam kerjanya pun bisa disesuaikan dengan jadwal kuliah kamu. Selain bisa dapat dana tambahan, kamu juga akan dapat semakin banyak ilmu karena kamu senantiasa mengasah ilmu tersebut dan mencari pengetahuan lebih dalam lagi dari proses mengajar tadi.

Reporter

Pekerjaan satu ini cocok untuk kamu yang kuliah di jurusan jurnalistik. Coba melamar ke media cetak yang membuka loker ini bagi mahasiswa yang bersedia untuk jadi reporter di daerah kecil. Tugasnya sendiri adalah memberikan laporan pandangan mata atau kontribusi berita tentang kondisi di daerah tersebut. Walaupun honornya nggak seberapa, tapi ini berguna untuk pengalaman kerja kamu.

Translator

Mahasiswa jurusan bahasa asing pasti sudah familiar dengan pekerjaan ini. Bahkan mungkin kamu sendiri sudah sering dapat tugas menerjemahkan artikel dari dosen. Kenapa nggak coba gunakan kemampuan kamu untuk menambah penghasilan? Yup, ada banyak perusahaan-perusahaan di luar sana yang membutuhkan jasamu, lho. Honor yang ditawarkan pun lumayan. Per lembar bisa dihargai sampai 25 ribu. Bayangkan kalau satu buku yang harus kamu kerjakan. Menggiurkan, bukan?

Desain Grafis

Jangan biarkan skill desain kamu hanya digunakan untuk tugas kuliah aja. Promosikan ke rekan atau perusahaan yang butuh jasa desain. Jangan salah, jasa kamu ini bisa dihargai mahal oleh perusahaan, apalagi kalau kamu bisa dapat klien perusahaan yang besar. Untuk gambaran aja nih, sebuah logo bisa dihargai uang ratusan juta oleh perusahaan besar. Mau mulai dari yang kecil dulu? Tawarkan jasa kamu ke bisnis percetakan atau rekan yang punya proyek kecil-kecilan tapi menguntungkan.

Programmer

Jadi programmer adalah pekerjaan paling fleksibel. Kamu bisa kerja sendiri dengan memulai dari membuka jasa pembuatan website. Jangan pesimis dulu. Buktinya, sudah ada banyak kisah sukses dari seorang freelance programmer. Contohnya Bill Gates dan Mark Zuckerberg. Mau coba lamar ke perusahaan seperti software house? Boleh banget. Hitung-hitung tambah pengalaman di CV kamu.

Ternyata, ada banyak solusi untuk masalah uang jajan kamu. Bukan cuma itu aja, kamu juga jadi punya segudang pengalaman di dunia kerja. Selamat berjuang!

Jumat, 14 April 2017

Ingin Belajar Menulis Kreatif, Jangan Lewatkan 10 Tips Jitu Ini!

Menulis kreatif merupakan seni menulis untuk mencurahkan perasaan dan emosi —seperti rasa cinta atau kehilangan—dengan menggunakan imajinasi. Bisa dalam bentuk puisi, novel, ataupun cerpen. Dalam artikel tips menulis kreatif ini, kita akan membahas tentang penulisan kreatif yang tak boleh Anda lewatkan. Yuk, kita simak bersama.

Jenis Penulisan kreatif

Penulisan kreatif termasuk:

Puisi, drama, film dan naskah televisi, fiksi (novel, cerpen), lagu, pidato, memoar, esai personal.
Jenis penulisan nonfiksi, yaitu memoar dan esai personal, dapat dipertimbangkan sebagai penulisan kreatif. Penulisan yang memberikan informasi kepada pembaca tentang hidup Anda ini, bisa ditulis dengan gaya penuturan orang pertama secara kreatif dan ekspresif.

Teknik yang digunakan dalam penulisan kreatif termasuk:

Pengembangan karakter dan plot, latar yang jelas, tema pokok, sudut pandang, dialog, anekdot, metafora dan kiasan, bahasa imajinatif, daya tarik emosional, serta deskripsi yang mendalam.

Konsep “Show, don’t tell”

Para guru di sekolah, sering menyampaikan kutipan ini, saat mengajarkan tips menulis kreatif, yaitu “Show, don’t tell” (Suguhkan, jangan ceritakan). Anda sebaiknya tidak hanya ‘menceritakan’ saat menulis, namun lebih baik Anda ‘menyuguhkan’-nya.

Bagaimana caranya bisa menerapkan konsep ini, berikut tipsnya.

10 Tips Menulis Kreatif

1. Gunakan Dialog

Inilah bagian termudah untuk menghindari penulisan ‘penceritaan’. Dialog membuat pembaca bisa mengeksplorasi adegan, seolah mereka hadir dalam cerita. Selain itu, dialog juga membantu karakterisasi, dengan menyuguhkan emosi serta menekankan suasana hati. Cobalah Anda belajar menuliskan cerita lengkap dengan menggunakan dialog saja.

2. Gunakan Indra

Bangkitkan lima indra yang mendorong pembaca untuk mengenang pengalaman mereka. Penulis cenderung fokus pada indra penglihat, peraba, dan pendengar, sementara indra pencium dan perasa hanya sebagai penggugah ingatan. Apa yang Anda pikirkan dari kalimat ini: “Bawang harum beraroma rumput”?

3. Deskripsi

Deskripsi bertujuan untuk melukiskan sebuah adegan, namun hanya bagian pentingnya saja. Anda tidak perlu memasukkan setiap detailnya. Gambarkan adegan yang relevan dengan cara yang baru dan segar. Misalnya, daripada mengatakan,”Dia begitu tinggi,” lebih baik menuturkan, “Kepalanya terus menabrak ambang pintu.”

4. Hindari Kata Sifat

Kata sifat mengarah pada penulisan ‘penceritaan’ dalam naskah Anda dan tidak mengembangkan penulisan hebat yang ‘menyuguhkan.’ Pertimbangkan frasa ini “Kucing bau.” Coba suguhkan frasa ini menjadi: “Gadis itu mengerutkan hidung saat si kucing mendekat. Dia mencoba bersin untuk membuang aroma itu jauh-jauh.”

5. Gunakan Kata Benda yang Sesuai

Kata benda, dapat digunakan untuk menghindari penulisan ‘penceritaan’. Pertimbangkan kata-kata ini “Kucing” dan “Si Meong”. Keduanya bermakna sama, mana yang lebih mengacu pada hewan peliharaan?

6. Hindari Kata Keterangan

Menghindari kata keterangan merupakan teknik simpel yang akan membantu mengubah penulisan ‘penceritaan’ menjadi ‘menyuguhkan.’ Daripada menuliskan “Dia bekerja keras,” cobalah meluaskannya dalam frasa “Dia bekerja hingga tak sempat lagi beristirahat barang sejenak.”

7. Metafora

Menggunakan perumpamaan, merupakan cara terbaik untuk menghindari penulisan ‘penceritaan’. Namun, seperti halnya deskripsi, Anda harus berhati-hati saat menggunakannya agar tidak terdengar klise.

8. Waspadai Pengungkapan Emosi

Daripada Anda menggunakan kata-kata kosong untuk mengungkapkan emosi, seperti “dengan gembira”, ”tercengang,” lebih baik Anda memakai cara yang lebih baru dan menyegarkan, yaitu melalui tindakan dan dialog. Selain itu, hindari bahasa tubuh yang klise, misalnya “menggigit jari kuku,” untuk menunjukkan rasa cemas.

9. Spesifik dan Tidak Kabur

Dari poin-poin di atas dapat disimpulkan bahwa penulis sebaiknya menulis dengan lebih spesifik dan jelas. Bila tulisan Anda semakin spesifik serta mudah dipahami, maka potensi pembacanya juga semakin banyak.

10. Jangan Berlebihan!

Sekarang Anda sudah memahami, bagaimana penulisan yang “menyuguhkan,” namun jangan berlebihan. Ingat, bahwa konsep “Show, don’t tell” ini bukanlah sebuah “lisensi untuk menulis berlebihan”. Penulisan yang bagus merupakan campuran antara ‘menceritakan’ dan ‘menyuguhkan.’

Penulisan yang ‘menceritakan’ itu membosankan. Namun penulisan yang hanya ‘menyuguhkan’ juga tidak proporsional. Memang, tujuan Anda sebagai seorang penulis, sebaiknya melibatkan pembaca dengan prosa yang segar dan menarik.

Nah, selamat mencoba tips menulis kreatif ini!

Bang Vian, a great vollyball player

His complete name is Oktavian Rachmadi. People usually call him Bang Vian or Bang Alau. I have been knowing him since 2016, as a man who have capability in sports one of which is volleyball. Personally, I really want to have this skill, but i think i was too lazy to have this skill.



Yesterday I met him for an interview and ask a few questions, and here are some questions and answers. Check it out!

Delia (D) : since when you started playing volley ball?

Bang Vian (BV) :since elementary school, approximately 11 years ago.

(D) : and how old are you now?

(BV) : 21 years old.

(D) : wow, its so long time, what benefits you get when you play volleyball?

(BV) : can recognize the external world, where every champion at the district level will represent the province at the national level event.

(D) : how many games have you attended?

(BV) : during pursue this field, some tournaments have followed, starting from the district and national levels, approximately there are 10 games that I follow.

(D) : goodly, by the way achievement what you've achieved?

(BV) : some achievements have been achieved, such as winning a volleyball tournament between SMK municipal / district level, a runner-up tournament provincial level and the national level to qualify in the tournament.

(D) : cool. can you give some tips or trick for who want to be like you?

(BV) : umm, i don't have much tips but for you guys, if you want to be like me, the tips is you must have a lot of practice and always praying, because if it does not do that, everything will be in vain.

(D) : wow thats a good tips. thanks for your time Bang Vian. see you.

(BV) : see you.

That some my interview with Bang Vian. Thank you for reading!

Senin, 03 April 2017

Penerima Beasiswa LPDP Ini Bocorkan Rahasia Kenapa Mereka Bisa Lolos Seleksi

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menyediakan slot anggaran beasiswa triliunan rupiah untuk akademikus di seluruh Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di jenjang master atau doktor. Langkah ini merupakan upaya negara untuk meningkatkan mutu pendidikan warganya dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Caranya, LPDP menanggung seluruh biaya pendidikan beserta uang operasional kepada para penerimanya. Universitas yang disediakan pun bukan hanya di Indonesia, melainkan juga di luar negeri. Dan lagi, kampus yang masuk daftar LPDP merupakan kampus dengan akreditasi terbaik.

Beasiswa LPDP banyak diincar lantaran dianggap mampu membantu serta menjamin generasi-generasi potensial yang ingin melanjutkan pendidikan, tapi terbatas biaya. Tak heran jutaan sarjana berbondong-bondong untuk mendaftar. Ada beberapa jalur yang bisa ditempuh, yakni melalui jalur afirmasi dan reguler.

Namun, baik jalur afirmasi dan reguler, keduanya sama-sama cukup sulit diraih. Perlu persiapan khusus agar pendaftar bisa lolos. IDN Times berusaha menggali informasi dari empat sumber penerima beasiswa LPDP yang berhasil lolos mengalahkan ribuan pesaingnya.

Dari empat narasumber ini, mereka menyebutkan, setidaknya ada beberapa hal yang membuat keempatnya yakin bisa diterima. Ada yang karena persiapan matang, ada juga yang yakin lolos lantaran telah mengantongi pengalaman sebelumnya. Berikut ini poin-poin yang bisa dirangkum.

Pertama, mereka yakin diterima karena berkas administrasinya lengkap serta memenuhi syarat.

Untuk bisa lolos ke tahap selanjutnya, peserta harus melalui tes administrasi terlebih dulu. Dalam tahap ini, peserta perlu melengkapi segala berkas dan persyaratan yang ditetapkan. Jangan ada satu pun dokumen yang tidak disertakan.

Kabarnya banyak peserta LPDP yang tidak lolos tahap administrasi karena lupa menyertakan dokumen. Atau, tak memenuhi persyaratan IPK dan lain sebagainya. Karena itu, yang haru diperhatikan dan disiapkan betul adalah mengamati poin demi poin lembar persyaratan administrasi yang dibebankan.

Kedua, kualitas esai yang ditulis masing-masing peserta.

Salah satu peserta LPDP, Enggar Dwi Cahyo, yang sedang menempuh program master di Universitas Gadjah Mada, yakin salah satu poin yang membuatnya lolos beasiswa dari pemerintah Indonesia adalah muatan yang ia tulis di esai yang disyaratkan oleh lembaga. “Penjelasan esai tentang kontribusiku untuk Indonesia enggak mengada-ada dan relevan,” ujarnya.

Ketiga, rencana studi yang diajukan sebaiknya sesuai dengan kondisi negara.

Ketika mendaftar beasiswa LPDP, masing-masing peserta akan ditanya soal rencana studinya. Banyak jawaban yang terlalu diplomatis dan ngawang-awang di tahap ini. Sebaiknya, jawaban yang diberikan telah melalui pengamatan terhadap kondisi negara, berikut solusi yang kamu tawarkan dengan studi yang kamu tempuh. Intinya, usahakan studimu memiliki pengaruh yang cukup besar untuk kemajuan bangsa.

Keempat, tahap wawancara.

Mira Tri Rahayu, peserta LPDP yang lolos menempuh studi master ke salah satu universitas di United Kingdom, yakin yang membuatnya meraih beasiswa adalah tahap wawancara. Menurut dia, wawancara memiliki bobot nilai 70 persen.

“Pas wawancara, sebenernya aku merasa biasa saja. Tapi mungkin karena aku mengambil fokus jurusan tentang sastra anak yang fungsinya bisa untuk edukasi karakter di Indonesia dan meningkatkan minat baca, pewawancara jadi tertarik,” tuturnya.

Kelima, karya dan pengalaman.

Poin telah memiliki karya atau pengalaman yang linear dengan jurusan yang bakal diambil kabarnya juga menjadi nilai plus. Mira, misalnya, telah menerbitkan tiga buku. Hal itu jdi nilai plus karena jurusan yang akan ia ambil adalah sastra. Sedangkan Enggar pernah bekerja di biro pariwisata ternama. Hal itu membuatnya mengantongi pengalaman praktikal sebelum terjn kembali ke dunia akademis.

Keenam, kemauan untuk mengabdi kepada negara.

Indah Fadhilla, peserta LPDP yang sedang menempuh pendidikan master di Universitas Indonesia, mengatakan ia yakin bisa lolos memperoleh beasiswa lantaran memiliki keinginan kuat menjadi abdi negara.

“Aku bisa meyakinkan LPDP kalau dengan menyekolahkanmu, mereka akan mendapatkan SDM yang siap menjadi abdi negara,” ucapnya.

Ketujuh, aktif di organisasi yang pernah diikuti.

Novia Utami, peserta LPDP yang telah memperoleh gelar master di bidang manajemen di Universitas Gadjah Mada, yakin, ia bisa lolos beasiswa lantaran punya pengalaman bergabung dengan berbagai organisasi. Hal itu membuat jendela pengalaman dan pengetahuannya terhadap banyak hal terbuka.

“Dengan bergabung bersama organisasi, aku jadi orang yang berguna bagi orang lain dan mampu memberi dampak positif bagi sekelilungku,” katanya.

Selain ketujuh poin itu, hal yang tak boleh dilenakan adalah persiapan. Butuh setidaknya enam bulan untuk menyiapkan banyak hal, agar kamu siap “ditandingkan” dengan peserta-peserta lain. Siap menerima beasiswa LPDP?

"karena serunya kuliah itu tidak terulang dua kali"

Sabtu, 01 April 2017

10 Tips Lolos Beasiswa LPDP oleh Para Awardee

Beasiswa LPDP menjadi salah satu primadona khususnya bagi para pemburu beasiswa (hunter scholarship) yang ingin melanjutkan Program Master dan Doctor ke dalam atau luar negeri. Ada puluhan ribu orang tiap tahunnya yang mendaftar beasiswa ini. Maka tak heran, syarat dan persaingannya pun begitu ketat. Mereka yang terpilih adalah yang terbaik diantara yang terbaik.

So, apakah beasiswa ini juga menjadi incaranmu ??? Tentunya kamu harus punya perencanaan yang matang untuk mendapatkannya. Berikut tips & trik para awardee LPDP. Simak baik-baik yah. Kali aja kamu jadi The next awaredee nya…

1. Tekad yang Kuat

“Yang paling utama adalah tekad yang kuat. Karena itu yang mendorong semua usaha yang akan kita lakukan. Saya lebih cenderung menyebutnya investasi bukan pengorbanan. Karena ada hal yang harus kita bayar untuk mewujudkan mimpi dan dita-cita. Ingat, sukses gak bisa didapat dalam waktu semalam” ~ Kurniasari Aisyiah (Awardee LPDP di Aix-Marseiile Universite, France)

Tekad yang kuat menjadi urutan pertama, karena hal inilah yang menjadi poin terpenting. Ada banyak tantangan yang akan kamu hadapi. Persiapan dan perjuangamu membutuhkan kerja keras yang begitu besar. Jika kamu sudah berprinsip Matu Terus Pantang Mundur, berarti poin ini sudah kamu penuhi.

2. Penuhi Persyaratan Seleksi Administratif

Seleksi awal beasiswa LPDP adalah melengkapi persyaratan administratif. Siapkan dari sekarang. Jangan sampai kebiasan kamu jadi deadliner sejati kebawa saat ngurus beasiswa ini yah.

“Untuk bisa lolos ditahap ini berarti membahas tentang dokumen. Pastikan semua dokumen terkirim. Nah saran saya, mulai sekarang buat akun dan penuhi semua persyaratannya. Bisa langsung upload atau ditunggu sampai semuanya lengkap juga tidak mengapa. Tapi lebih cepat lebih baik. Jangan menunggu deadline, karena biasanya error hasilnya. Saya butuh 2-3 minggu untuk melengkapi semua berkas. Karena surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba itu butuh waktu, tergantung dari Rumah Sakitnya. Dan untuk pengurusan SKCK, bagi mahasiswa yang mau ke luar negeri (US terutama) ngurusnya bukan lewat Polres, tapi Polda. Sedangkan untuk buat essay, tips essay banyak ko digoogle. Tapi kalau saya simple saja. Kata-katanya cukup sederhana, tapi isinya perlu dipikirkan. Jangan sampai pemilihan katanya bagus tapi pemaparan isinya tidak jelas. Yang pasti buat essay on going proses. Artinya harus selalu dibuka dan selau dirubah ketika ada ide. Bagi yang mau ke luar negeri, tentunya essay menggunakan bahasa inggris. Silahkan minta tolong ke teman atau dosen yang mengusai bahasa inggris dengan baik untuk mengeceknya terlebih dahulu” ~ Ahmad Choirul Anwar (Awardee LPDP di Ohio State University)

3. Tentukan Pilihan Jurusanmu

“Baiknya linear. Tapi gak apa kalau mau lintas jurusan selama kita bisa menjelaskannya dengan baik di essay study plan. Kuatkan aja alasannya kenapa mau ambil jurusan tersebut, bisa karena passion, dan sebagainya” ~ Ahmad Ma`ruf (Awardee LPDP di ITB)

Jurusan yang kamu ambil harus jelas. Terutama manfaat yang bisa dihasilkan bagi masyarakat. Dengan begitu pihak LPDP pun akan semakin yakin kepadamu.

4. Tentukan Universitas Tujuanmu

Milihnya di Universitas apa Mba ???

Di Seoul University, Korea Selatan Pak

Kenapa milihnya disana Mba ???

Saya fans drama Korea Pak. Kali aja saya bisa ketemu Song Jong Ki disana

-_______-

Jangan ditiru kalau gak mau gagal yah kaks…

“Untuk pemilihan kampus, saya lebih memperhatikan apakah kampus itu menyediakan disiplin ilmu yang saya inginkan . Apakah mata kuliah yang disedikan cukup membantu rencana aplikasi ilmu kita kedepan” ~ Ika Merdeka (Awardee LPDP di Lancaster University, UK)

5. Tingkatkan TOEFL dan IELTS

Tes TOEFL dan IELTS menjadi syarat untuk mendapatkan beasiswa LPDP dan masuk ke universitas yang kamu dambakan. Namun, masing-masing universitas memiliki ketentuan score TOEFL dan IELTS yang berbeda-beda. Untuk itu, para awardee menyiapkannya dengan kursus/pelatihan hingga berbulan-bulan lamanya demi memenuhi score yang ditentukan oleh universitas idaman.

“Biasanya untuk tes IELTS banyak yang jeblok di bagian writing. Itu karena kita kurang biasa nulis. Jadi, mulai dari sekarang perbanyak aja untuk menulis” ~ Arsyan Hilman (Awardee LPDP di Aberdeen University, UK)

6. Persiapkan Sertifikasi Bahasa dan LoA

“Ini adalah optimal dokumen. Tidak dicantumkan tidak ada larangan. Namun kesempatan diterima akan lebih besar. Ikutilah pelatihan/les bahasa dan tes setelahnya. LoA kalau di Jepang didapatkan setelah intensive berkomunikasi dengan sensei melalui email dengan mengirimakan CV, sertifikat bahasa, dan surat rekomendasi. LoA ini yang saya gunakan untuk mendaftar LPDP” ~ Indrawan Cahyo Adilaksono (Awardee LPDP di Kyoto University, Jepang)

Sertifikasi bahasa dan LoA (Letter of Acceptance) menjadi point plus kamu bisa diterima oleh pihak LPDP dan Universitas tujuanmu. Persiapan yang matang pastinya akam membuahkan hasil yang memuaskan.

7. Kontribusimu untuk Bangsa

“Kalau tips dan trik dari saya, kontribusi untuk masyarakat diperkuat. Kontribusi dari bidang apa saja dan memberi manfaat kepada masyarakat. Pada saat diterima menjadi keluarga besar LPDP nantinya, semua penerima beasiswa harus berikrar untuk selalu berkontribusi kepada masyarakat dibidangnya masing-masing” ~ Imam Arifaillah (Awardee LPDP di UGM)

Hayo..kamu udah ada kontribusi belum untuk negeri ini ??? Jangan sampai kita hanya banyak menuntut, tapi tanggungjawab sebagai pemuda-pemudi bangsa gak dijalanin yah.

8. Siapkan Visi & Misi

LPDP memiliki visi misi untuk mempersiapkan pemimpin masa depan serta mendorong inovasi bagi Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Nah, kamu pun wajib menyiapkan visi misi yang berkoleransi dengan bidangmu. Karena para interviewer pasti akan menanyakannya.

“Kalau cari orang pintar itu banyak. Pada saat kita dihadapkan pada 1000 orang pintar, tidak cukup kemudian kita merebut satu orang yang berkarakter, berintegritas, serta jujur melayani bangsa. Knowladge itu gampang, tapi attitude itu yang sulit dicari…..Kejujuran, semangat kontribusi, semangat membantu masyarakat yang menjadi prioritas interviewer” ~ Eko Prasetyo (Direktur Utama LPDP)

9. Percaya Diri

“Menurut saya untuk mendapatkan beasiswa LPDP kita tidak bersaing dengan siapapun karena tidak ada sistem kuota dalam penerimaannya. Tapi kita bersaing dengan diri sendiri. Tanyakan pada diri apakah kita telah memenuhi kualifikasi yang dicari LPDP atau tidak. Jika jawabannya Ya, maka percayalah kamu akan mendapatkannya” ~ Harry Marareza (Awardee LPDP di UGM)

Apa yang kamu pikirkan akan mempengaruhi tindakan, lingkungan, dan hasil yang akan kamu dapatkan. If you believe you can do it, so believe in yourself you will get it.

10. Berdoa

“Menyiapkan IELTS menurut saya menjadi perjuangan yang berdarah-darah bagi saya. Saya tes sampai empat kali dalam kurun waktu dua tahun karena nyambil kerja. Saat apply LPDP modal IELTS dan Conditional LoA . Alhamdulillah keterima . Tapi kampus belum memenuhi. Jadi Saya memutuskan Resign dan fokus mengejar score writing. Dan Alhamdulillah saya lolos. Kalau gak, saya bakal hidub tanpa gaji, padahal saya sudah punya keluarga yang harus di nafkahi. Saat itu Kekuatan doalah yang bekerja” ~ Nalendra Pradono (Awardee LPDP di Monash University, Australia)

Tidak ada kekuatan terbesar selain doa. Berdoa kepada Yang Maha kuasa dan tak lupa doa restu dari kedua orangtua. Akan memudahkanmu lebih dekat dengan impianmu.Bahkan, hal yang tidak mungkin pun menjadi mungkin, karena kekuatan doa.

Itulah beberapa tips dan trik dari para awardee. Jangan hanya dibaca yah kaks, langsung diaplikasikan. Lihatkan, Para awardee pun mengalami banyak rintangan untuk bisa mendapatkan beasiswa ini. So, jangan patah semangat para hunter scholarship. Perjuanganmu pasti akan membuahkan hasil.

"karena serunya kuliah itu tidak terulang dua kali"

Kamis, 30 Maret 2017

I can't imagine life without .....

I can't imagine life without education. Why? Because i think education is very important to my life. Without education, my life will be destroyed, no purpose, no direction where life is going to go and maybe i'll be the one who has no ethics, no manners, even i would be hard to get a job, it will be difficult to get new friends, new environment and everything. Without education i think i easier againts my parents, teachers and maybe i rarely do worship. I will be hated by everyone because i do not have ethics and manners. I can not imagine it happening to me, how embarrassed my parents if it happened to her children. Another example, when will happen afterwards. Surely you tell us about illegal forest burning? How will it affect? Could flood, smoke everywhere, and others. So education, not only promote the intelectual clever. But, for us "Education involves Intelligence, Behavior, Belief, Morality, and Consequences." So, here's what we need to hold. For me, with education we can change the world, such as Nelson Mandela said,"Education is the most powerful weapon which you can use to change the world."

Thank u����